“It is Allah’s grace and mercy that will lead us forward”.
artinya: “Allah, hanya pada-Mu lah Kami Menyembah. Pada-Mu-lah Kami Memohon Perlindungan”
“It is Allah’s grace and mercy that will lead us forward”.
artinya: “Allah, hanya pada-Mu lah Kami Menyembah. Pada-Mu-lah Kami Memohon Perlindungan”
“Live good, honorable life. Then when you get older and think back, you’ll be able to enjoy it a second time. – Hiduplah dengan baik dan penuh arti. Supaya kelak disaat Anda tua dan mengingatnya kembali, Anda akan menikmatinya kembali selama beberapa saat.” ~Dalai Lama
Setiap tahun tak kurang dari dua kali kami jalan-jalan ke luar negeri untuk menemani para distributor. Dalam kurun waktu tujuh tahun belakangan, kami sudah mengunjungi lebih dari 20 negara di benua Asia, Eropa Timur dan Barat, Australia dan Afrika. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman bersama 130 orang distributor sewaktu mengunjungi Gold Coast, Sydney, dan Brisbane selama seminggu pada bulan Maret lalu.
Sebenarnya saya sudah tiga kali mengunjungi negeri kanguru itu. Tetapi karena membawa rombongan distributor yang berbeda, sehingga kesan yang saya bawa pulang selalu berbeda. Khususnya saat mengunjungi Dream World. Sesuai promosinya yaitu – Dream World! So Many World in One! – disana banyak permainan yang tak hanya penuh dengan tantangan melainkan petualangan yang sangat menegangkan tetapi sangat mengesankan.
Permainan paling fantastis adalah The Big 5 Thrill Rides, yang terdiri dari The Tower of Terror, Giant Drop, Cyclone, Wipeout dan The Claw. The Tower of Terror adalah sarana permainan terjun bebas dari ketinggian 38 lantai atau sekitar 100 meter selama 6,5 detik. Giant Drop juga sarana permainan terjun bebas tertinggi, versi Guiness Book of World Records, dengan ketinggian 39 lantai atau 120 meter. Untuk naik ke atas Giant Drop dilakukan dalam waktu 90 detik. Sedangkan waktu untuk terjun hanya 5 detik.
Sementara Cyclone permainan gravitasi tertinggi di Sounthern Hemisphere. Diceritakan bahwa permainan tersebut dapat memberikan 13 jenis pengalaman berbeda, dari mulai 1.000 macam kecepatan tinggi, jantung berdegub kencang, rambut berdiri, lompatan 360 derajat dan jeritan keras. Wipeout adalah permainan, yaitu peserta dibelit kemudian diputar 360 derajat. Sedangkan dalam permainan The Claw, peserta terayun dengan kecepatan 75 kilometer per jam dan dengan perputaran 360 derajat.
Semoga penjelasan saya dapat memancing kesan terhadap permainan yang menegangkan tetapi sangat mengesankan itu. Sayang sekali, kekuatan fisik saya sudah tidak memungkinkan untuk ikut merasakan secara langsung permainan-permainan yang menekankan pada ketinggian dan kecepatan. Sungguh menyesal, saya hanya menjadi penonton.
Meskipun hanya menjadi penonton, saya memetik sesuatu yang berharga dan ingin saya bagikan kepada pembelajar yang budiman. Seperti kata Dalai Lama, “When you lose, don’t lose the lesson. – Ketika Anda kehilangan, jangan kehilangan pula pelajaran berharga darinya.” Sesuatu itu adalah pesan agar jangan pernah sia-siakan waktu dan kekuatan dalam diri kita untuk hal yang lebih bermanfaat, benar dan patut dibanggakan atau dikenang kelak di waktu tua.
Beberapa orang di antara kita mungkin memiliki waktu lebih panjang dibandingkan dengan yang lain. Tetapi tak seorangpun diantara kita mendapatkan lebih dari 24 jam per hari. Maksud saya menjelaskan hal itu adalah selagi masih muda dan memiliki banyak waktu luang, kita harus pandai memanfaatkan waktu lebih bijaksana supaya dapat memberikan lebih banyak manfaat.
Usahakan setiap hari Anda sudah memiliki perencanaan yang baik tentang rutinitas dan prioritas yang bermanfaat untuk kebaikan diri Anda. Sebagaimana pepatah bijak menganjurkan, “Gagal merencanakan sama halnya merencanakan untuk gagal. – Failing to plan is planning to fail.” Sebab manusia secara umum membuang waktu percuma selama 2 jam setiap harinya dikarenakan perencanaan yang kurang baik.
Manajemen waktu dengan baik bukan tergantung pada seberapa lama kita menghabiskan waktu untuk bekerja, melainkan seberapa efisien kita menyelesaikan pekerjaan. Dengan perencanaan yang baik, mungkin Anda dapat melakukan lebih dari satu pekerjaan pada satu waktu dengan hasil maksimal. Pekerjaan yang tidak memerlukan konsentrasi tinggi misalnya ketika Anda dalam perjalanan kerja, mungkin akan lebih bermanfaat jika Anda menggunakannya untuk meningkatkan kualitas diri dengan belajar dari buku atau informasi di radio atau kaset.
Selain itu ciptakan target yang besar, lebih berarti dan menantang. Kemudian jadikanlah prioritas utama untuk mengerjakannya. Jangan pernah menggeser prioritas tersebut dari jadwal dan waktu yang Anda miliki hanya untuk melakukan hal lain yang menyenangkan tetapi kurang berarti. “Things which matter most must never be at the mercy of things which matter least. – Sesuatu yang paling penting tidak akan pernah sama nilainya dengan sesuatu yang tidak terlalu penting,” tegas Goethe.
Waktu dan segala kekuatan yang Anda miliki saat ini sangatlah berharga. Ketika Anda benar-benar memanfaatkan waktu untuk mengerjakan target yang lebih baik dan besar secara konsisten dan berkesinambungan, maka suatu ketika Anda akan melihat deretan prestasi mengagumkan dan hasil menguntungkan yang sudah dapat Anda ciptakan dan belum tentu dapat Anda hasilkan di lain kesempatan. Segeralah manfaatkan waktu dan segala kekuatan yang Anda miliki saat ini dengan benar dan lebih produktif. Jangan pernah menundanya sekali lagi, karena belum tentu ada kesempatan kedua.[]
Sumber: Jangan Menunda, Mungkin Tak Ada Kesempatan Kedua oleh Andrew Ho, motivator, pengusaha, dan penulis buku best seller.
Kesuksesan didambakan setiap orang. Namun untuk meraih sukses itu seseorang perlu memiliki beberapa hal.
Daya cipta, reativitas tak terbatas, daya inovasi yang tak habis- habisnya, serta didasari karakter dan personalitas individu yang khas. Yakinkah bahwa kita terlahir sudah merupakan sebuah kesuksesan?
Jika kita berpikir itu hanya omong kosong belaka, maka kita harus menelaah lagi siapakah diri kita ini! Anda dan saya, berasal dari sebuah sperma kecil yang sukses bersaing dengan sperma lain yang jumlahnya lebih dari 300 sampai 400 juta butir. Bayangkan, Anda pemenang dari pertandingan ratusan juta saingan, dalam perjalanan menemukan sel telur yang merupakan takdir kesuksesan kita menjadi seorang manusia.
Kata sukses itu relatif terhadap semua orang, maka jika kita mulai mencanangkan diri untuk meraih sebuah kesuksesan, mau tidak mau kita harus menyadari diri sendiri. Saat ini kita berada di mana dan berperan sebagai apa dalam permainan menuju kesuksesan itu. Jika yang kita bicarakan adalah kesuksesan yang dikategorikan sebagai sebuah hasil dari perjalanan hidup, maka kesuksesan itu merupakan gabungan dari: hasrat diri, motivasi hidup, ketekunan, sikap mental positif, dan keberuntungan (peluang emas).
Untuk sukses, kita harus mempunyai hasrat diri yang kuat. Seseorang yang mempunyai hasrat diri akan mempunyai motivasi untuk mencapai kemauannya. Hasrat diri ini harus mempunyai bingkai yang jelas, yaitu pikiran realistis. Jika hasrat diri tidak terbingkai, akan keluar menjadi ambisi yang liar, yang jika dibiarkan, maka kita akan terjebak di dalam keliaran ambisi. Akibatnya, kita justru semakin jauh dari tujuan, yaitu kesuksesan itu sendiri.
Sukses bisa dicapai dengan kekuatan motivasi. Seseorang yang termotivasi akan mampu menahan terpaan badai. Motivasi bisa menciptakan kekebalan dalam menghadapi “tikaman-tikaman” tajam “duri- duri” kehidupan.
Seseorang yang mempunyai gabungan hasrat diri dan motivasi dalam menuju kesuksesan, akan bisa mencapainya jika mempunyai ketekunan untuk meraih sukses itu. Kesuksesan bukan hadiah dari langit. Kesuksesan adalah kemauan untuk berusaha dalam hal apa pun, termasuk mengalahkan rasa rendah diri dan kelesuan gairah hidup, serta kendala-kendala lain yang mengadang.
Dengan sikap mental positif diharapkan bisa menjadikan seseorang mempunyai moral positif yang akan membawa angin segar yang sehat untuk dirinya sebagai manusia dan lingkungan hidupnya. Sikap mental positif mampu menepis keraguan dan menjadi pendorong untuk terus melangkah maju menuju kesuksesan.
Kadang kala kita menemui kegagalan dalam hidup. Tetapi, kita tetap harus optimistis dan bersyukur karena orang bijak mengatakan,”Kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda”. Jangan memandang kesalahan sebagai kegagalan, anggap itu sebagai pengalaman belajar, maka Anda bisa mempelajari kekecewaan dan kegagalan untuk menambah maju langkah Anda agar semakin dekat pada kesuksesan.
Kalau hari ini Anda gagal, besok adalah hari baru, pengharapan baru, maka segalanya akan berubah sepanjang kita tetap berusaha dan banyak bersabar. Banyak penelitian mengungkapkan banyak orang yang kehilangan keberuntungan hanya karena kurang sabar. Kata sabar di sini jangan diartikan sebagai sikap menyerah, apalagi menjadikan Anda malas. Sabar berarti menunggu waktu yang tepat atau sering disebut dengan peluang emas.
Tentu saja kesuksesan bisa dicapai jika di dalam diri kita ada: disiplin diri, kreativitas, mampu menerima kritik, mampu beradaptasi dalam perubahan, serta tidak kenal menyerah.
Kedisiplinan diri, sangatlah penting untuk menuju kesuksesan. Orang yang tidak punya kedisiplinan akan tertatih-tatih dalam menjalani hidupnya. Disiplin mencakup segala bidang, mulai dalam penggunaan waktu sampai gaya hidup, serta motivasi dan target hidup.
Marie Curie (1837-1934), peraih hadiah Nobel Fisika mengungkapkan,”Kehidupan ini tidaklah mudah bagi siapa pun. Kita harus punya ketekunan dan kedisiplinan dalam hidup, dan yakin kepada diri sendiri, bahwa apa yang dikaruniakan pada kita, harus diupayakan untuk hidup”.
Marie Curie sudah membuktikan bahwa kekerasan Pemerintah Polandia pada zamannya, yang melarang seorang wanita masuk universitas, tidaklah mampu membendung ketekunannya untuk tetap belajar dan menunjukkan prestasi.
Untuk menjadi seorang yang sukses, haruslah ada kreativitas dalam segala hal. Misalnya, kreatif berpikir, kreatif bertindak, kreatif berucap, dan kreatif dalam beradaptasi (interaksi dengan lingkungan).
Kritik bisa diibaratkan cermin diri. Sebaiknya kita berterima kasih pada orang yang melancarkan kritik, sebab orang yang bisa melontarkan kritikannya, berarti dia memperhatikan kita. Kritik ibarat obat, terasa pahit tapi menyehatkan. Sedangkan pujian ibarat gula, manis tapi bisa membuat penyakit. Banyak orang tahan uji, tetapi jatuh dengan pujian yang memabukkan.
Di dunia ini tidak ada yang permanen, kecuali perubahan. Segalanya berubah! Siapkan diri untuk beradaptasi dalam perubahan yang akan terjadi, baik melalui program jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Semuanya harus disiapkan dengan baik, termasuk mengantisipasi kemungkinan terburuk untuk meminimalkan risiko dan kendala yang ada.
Sumber: Meraih Kesuksesan dengan Revolusi Mental oleh Lianny Hendranata